Perundungan (bullying) dapat terjadi secara fisik, verbal, relasional/sosial, atau secara daring melalui media elektronik (cyberbullying). Fokus utama dari perundungan adalah bahwa tindakan ini dilakukan secara sadar, disengaja, merugikan pihak lain, dan yang paling krusial—terjadi secara berulang-ulang dengan menunggangi relasi kuasa (status, usia, mayoritas ras/kelompok, dsb).
Di lingkungan akademik, relasi antara senior-junior, organisasi, kelompok minat, hingga media sosial wajib diwujudkan dalam relasi yang saling menghargai tanpa ada intimidasi psikologis.